Showing posts with label Surah. Show all posts
Showing posts with label Surah. Show all posts

Bacaan Surah Al-Ashr Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat

21:52:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Ashr Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga. 

Bacaan Surah Al-Ashr Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat :

1.Demi masa!Wal ‘ashr (demi masa), yakni Allah Ta‘ala Bersumpah dengan cengkraman masa, yaitu kesulitan-kesulitan. Menurut yang lain, Allah Ta‘ala Bersumpah dengan shalat Asar.

2.Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,Innal iηsāna (sesungguhnya manusia) yang kafir.La fī khusr (benar-benar berada dalam kerugian), yakni benar-benar berada dalam ketertipuan dan hukuman dengan hilangnya keluarga dan tempat tinggal mereka di dalam surga. Ada yang berpendapat, benar-benar dalam kekurangan amal sesudah mereka pikun dan mati.

3.kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.Illal ladzīna āmanū (kecuali orang-orang yang beriman) kepada Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.Wa ‘amilush shālihāti (dan mengerjakan amal saleh), yakni mengerjakan ketaatan-ketaatan antara diri mereka dengan Rabb-nya.Wa tawāshau bil haqqi (dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran), yakni saling menganjurkan agar bertauhid. Ada yang mengemukakan, saling menganjurkan kepada al-Quran.Wa tawāshau bish shabr (dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran), yakni saling menganjurkan untuk menunaikan Ketentuan-ketentuan Allah Ta‘ala serta menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan kepada-Nya, dan juga bersabar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan musibah. Orang-orang yang dikecualikan ini tidak akan mengalami kerugian.

Bacaan Surah Al-Kausar Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat

21:41:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Kausar Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Kausar Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat :
 
1.Sesungguhnya Kami telah Mengaruniai kamu nikmat yang banyak.Innā a‘thainākal kautsar (sesungguhnya Kami telah Mengaruniai kamu nikmat yang banyak), yakni hai Muhammad, Kami telah Mengaruniaimu kebaikan yang banyak, salah satunya adalah al-Quran. Menurut satu pendapat, al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di surga, yang Dianugerahkan Allah Ta‘ala kepada Nabi Muhammad saw..

2.Maka dari itu, shalatlah karena Rabb-mu dan berkurbanlah.Fa shalli li rabbika (maka dari itu, shalatlah karena Rabb-mu) sebagai ungkapan syukur atas semua itu.Wanhar (dan berkurbanlah), yakni hadapkanlah kurbanmu ke arah kiblat. Menurut satu pendapat, letakanlah tangan kananmu di atas tangan kiri ketika shalat. Menurut pendapat yang lain, sempurnakanlah rukuk dan sujud hingga dadamu kelihatan. Dan ada pula yang berpendapat, fa shalli li rabbika (maka dari itu, shalatlah karena Rabb-mu), yakni shalat pada hari Nahar; wanhar (dan berkurbanlah) seekor kambing.

3.Sesungguhnya orang yang membenci kamu itulah yang terputus.Inna syāni-aka (sesungguhnya orang yang membenci kamu), yakni orang yang tidak senang kepadamu.Huwal abtar (itulah yang terputus), yakni terputus dari keluarga, anak, harta, dan segala kebaikannya. Sesudah matinya pun tak ada orang yang akan mengingat kebaikannya. Orang tersebut adalah al-‘Ash bin Wa-il as-Sahmi. Sebaliknya, kebaikanmu akan senantiasa disebut setiap kali Aku disebut. Hal ini berkaitan dengan ucapan mereka yang mengatakan bahwa Muhammad saw. telah terputus sejak putrannya, ‘Abdullah, meninggal dunia.

Bacaan Surah Al-Ma'un Beserta Dengan Tafsirnya 1- 7 Ayat

21:29:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Ma'un Beserta Dengan Tafsirnya 1- 7 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Ma'un Beserta Dengan Tafsirnya 1- 7 Ayat :

1.Tahukah kamu orang yang mendustakan agama ?A ra-aital ladzī yukadz-dzibu bid dīn (tahukah kamu orang yang mendustakan agama). Menurut satu pendapat, tahukah kamu orang yang mendustakan hisab pada hari kiamat? Orang itu adalah al-‘Ash bin Wa-il as-Sahmi.

2.Itulah orang yang menghardik anak yatim, Fa dzālikal ladzī yadu‘ul yatīm (itulah orang yang menghardik anak yatim), yakni yang menolak untuk memberikan hak anak yatim. Menurut satu pendapat, yang menahan hak anak yatim.

3.dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.Wa lā yahudl-dlu (dan tidak menganjurkan), yakni dan tidak mendorong serta tidak senantiasa memelihara.‘Alā tha‘āmil miskīn (untuk memberi makan orang miskin), yakni untuk memberikan sedekah kepada orang miskin.

4.Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,Fa wailun (maka kecelakaanlah), yakni azab yang beratlah di dalam neraka.Lil mushallīn (bagi orang-orang yang shalat), yakni bagi orang-orang munafik. Kemudian Allah Ta‘ala Menjelaskan perihal mereka, Dia Berfirman:

5.yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya,Alladzīna hum ‘aη shalātihim sāhūn (yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya), yakni mempermainkan dan suka mengabaikan shalat.

6.orang-orang yang ingin dilihat,Alladzīna hum yurā-ūn (orang-orang yang ingin dilihat), yakni ingin dilihat shalatnya. Jika orang-orang melihat, mereka pun shalat. Tetapi jika orang-orang tidak melihatnya, mereka pun tidak shalat.

7.dan enggan memberi hal-hal yang bermanfaat.Wa yamna‘ūnal mā‘ūn (dan enggan memberi hal-hal yang bermanfaat), yakni memberi kebaikan. Menurut yang lain, enggan memberikan zakat. Dan ada pula yang berpendapat, enggan memberi pinjaman kepada sesama, seperti(meminjamkan) periuk, bejana, dan barang-barang lain yang biasa dimanfaatkan manusia.

Bacaan Surah Al-Quraisy Beserta Dengan Tafsirnya 1- 4 Ayat

21:11:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Quraisy Beserta Dengan Tafsirnya 1- 4 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Quraisy Beserta Dengan Tafsirnya 1- 4 Ayat :

1.Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.Li īlāfi quraisy (karena kebiasaan orang-orang Quraisy), yakni suruhlah orang-orang Quraisy agar terbiasa dengan tauhid. Menurut yang lain, sebutkanlah Nikmat-Ku kepada orang-orang Quraisy agar mereka terbiasa dengan tauhid.

2.Yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.Īlāfihim (yaitu kebiasaan mereka), yakni sebagaimana kebiasaan mereka. Rihlatasy syitā-i wash shaīf (bepergian pada musim dingin dan musim panas), yakni bepergian ke Yaman pada musim dingin, dan ke Syam pada musim panas. Ada yang berpendapat, tidaklah tauhid itu akan menyulitkan orang-orang Quraisy sebagaimana halnya mereka tidak mengalami kesulitan ketika bepergian pada musim dingin dan musim panas.

3.Oleh sebab itu, hendaklah mereka beribadah kepada Rabb rumah ini,Fal ya‘budū (oleh sebab itu, hendaklah mereka beribadah), yakni hendaklah orang-orang Quraisy bertauhid. Rabba hādzal baīt (kepada Rabb rumah ini), yakni Rabb Ka‘bah ini.

4.Yang telah Memberi mereka makanan dari kelaparan dan Memberi mereka rasa aman dari ketakutan.Alladzī ath‘amahum miη jū‘in (yang telah Memberi mereka makan dari kelaparan), yakni yang telah Memberi mereka rasa kenyang dari kelaparan selama tujuh tahun. Menurut pendapat lain, yang telah Menghilangkan kesulitan pada masa kelaparan dan Menghilangkan kesulitan dalam perjalanan pada musim dingin dan musim panas. Orang-orang Quraisy biasa melakukan dua kali perjalanan dalam satu tahun, yaitu ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas.Wa āmanahum min khaūf (dan Memberi mereka rasa aman dari ketakutan), yakni dari ketakutan terhadap musuh yang sewaktu-waktu dapat menyerbu mereka. Ada yang menyatakan, dari ketakutan terhadap an-Najasyi dan komplotannya yang hendak merobohkan Ka‘bah.

Bacaan Surah An-Nas Beserta Dengan Tafsirnya 1- 6 Ayat

20:58:00 Add Comment
Bacaan Surah An-Nas Beserta Dengan Tafsirnya 1- 6 Ayat :

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah An-Nas Beserta Dengan Tafsirnya 1- 6 Ayat :

1.Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb manusia,Qul a‘ūdzu (katakanlah, Aku berlindung), yakni katakanlah, hai Muhammad, aku mencari perlindungan. Menurut yang lain, aku memohon perlindungan.Bi rabbin nās (kepada Rabb manusia), yakni kepada Tuhan seluruh jin dan manusia.

2.Raja manusia,Malikin nās (Raja manusia), yakni Raja seluruh jin dan manusia.

3.Tuhan manusia,Ilāhin nās (Tuhan manusia), yakni Pencipta seluruh jin dan manusia.

4.Dari kejahatan si pembisik yang biasa bersembunyi,Miη syarril waswāsi (dari kejahatan si pembisik), yakni setan.Al-khannās (yang biasa bersembunyi).

5.yang membisikkan ke dalam dada-dada manusia,Alladzī (yang) apabila Disebut Nama Allah, ia bersembunyi dan menutupi dirinya. Namun, apabila tidak Disebut Nama Allah ….Yuwaswisu fī shudūrin nās (membisikkan ke dalam dada-dada manusia), yakni ke dalam dada-dada makhluk.

6.dari (kalangan) jin dan manusia.Minal jinnati wan nās (dari [kalangan] jin dan manusia), yakni ia membisikkan ke dalam dada jin sebagaimana ia membisikkannya ke dalam dada manusia. Kedua surah ini (al-Falaq dan an-Nās) diturunkan berhubungan dengan Labid bin al-A‘sham, seorang Yahudi yang pernah menyihir Nabi saw.. Lalu Nabi saw. membacakan kedua surah ini untuk menghancurkan sihirnya. Alhasil, Allah Ta‘ala pun Menghilangkan pengaruh sihir itu dari beliau.

Bacaan Surah Al-Falaq Beserta Dengan Tafsirnya 1- 5 Ayat

20:47:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Falaq Beserta Dengan Tafsirnya 1- 5 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Falaq Beserta Dengan Tafsirnya 1- 5 Ayat :
 
1.Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb semua makhluk, Qul a‘ūdzu bi rabbil falaq (katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb semua makhluk), yakni katakanlah, hai Muhammad, aku mencari perlindungan menurut yang lain, memohon perlindungan— kepada Rabb semua makhluk. Menurut satu pendapat, al-falaq berarti waktu subuh. Ada yang mengatakan, sebuah sumur yang ada di dalam neraka. Dan ada pula yang berpendapat, al-falaq adalah sebuah lembah yang ada di dalam neraka.

2.dari kejahatan apa-apa yang telah Diciptakan-Nya,Miη syarri mā khalaq (dari kejahatan apa-apa yang telah Diciptakan-Nya), yakni kejahatan tiap-tiap pemilik kejahatan yang telah Dia Ciptakan.

3.dan dari kejahatan malam manakala telah gelap gulita,Wa miη syarri ghāsiqin idzā waqab (dan dari kejahatan malam manakala telah gelap gulita), yakni dan dari kejahatan malam manakala telah masuk dan keluar.

4.dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menyembur pada buhul-buhul,Wa miη syarrin naffātsāti (dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus), yakni wanita-wanita yang mengganggu, yang mengambil, yang menyihir, dan yang menyembur ....Fil ‘uqad (pada buhul-buhul).

5.dan dari kejahatan orang yang hasud manakala ia menghasud.Wa miη syarri hāsidin idzā hasad (dan dari kejahatan orang yang hasud manakala ia menghasud), yaitu Labid bin al-A‘sham al-Yahudi manakala menghasud Nabi saw., kemudian menyihir beliau.

Bacaan Surah Al-Ikhlas Beserta Dengan Tafsirnya 1- 4 Ayat

20:36:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Ikhlas Beserta Dengan Tafsirnya 1- 4 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Ikhlas Beserta Dengan Tafsirnya 1- 4 Ayat :
 
1.Katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,Qul huwallāhu ahad (katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa). Ayat ini diturunkan berhubungan dengan pertanyaan orang-orang Quraisy kepada Nabi Muhammad saw., Hai Muhammad, terangkanlah hal ihwal Rabb-mu kepada kami. Apakah Dia Terbuat dari emas atau dari perak? Lalu Allah Ta‘ala Menurunkan ayat yang menerangkan tentang Sifat-Nya, Dia Berfirman, Qul (katakanlah), hai Muhammad!; huwallāhu ahad (Dia-lah Allah, Yang Maha Esa), yakni Dia tidak Mempunyai sekutu dan tidak Memiliki anak.

2.Allah adalah Tempat bergantung segala sesuatu.Allāhush shamad (Allah adalah Tempat bergantung segala sesuatu), yakni Tuhan yang Kekuasaan-Nya tak berbatas seraya dibutuhkan oleh semua makhluk. Menurut yang lain, ash-shamad adalah Dzat yang tidak makan dan tidak minum. Ada yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang tidak Memiliki kelemahan. Ada yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang Maha Suci. Ada yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang Maha Langgeng. Ada yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang Maha Kekal. Ada yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang Maha Mencukupi. Ada yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang tidak memiliki tempat keluar dan tempat masuk. Dan ada pula yang berpendapat, ash-shamad adalah Dzat yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.

3.Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,Lam yalid wa lam yūlad (Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan), yakni tidak Mewarisi dan tidak pula diwarisi. Menurut satu pendapat, lam yalid .(Dia tidak beranak), yakni Dia tidak mempunyai anak yang nantinya akan mewarisi Kerajaan-Nya; wa lam yūlad (dan tidak pula diperanakkan), yakni dan tidak pula Dia mempunyai orang-tua, kemudian Dia mewarisi kerajaan itu dari orang-tuanya.

4.dan tak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.Wa lam yakul lahū kufuwan ahad (dan tak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia), yakni Dia tidak Memiliki tandingan atau sekutu yang serupa dan sepadan dengan-Nya. Tak ada sesuatu pun yang menyerupai Dia. Ada yang mengatakan, wa lam yakul lahū kufuwan ahad (dan tak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia), yang kemudian menjadi penentang Dia dalam kerajaan dan Kekuasaan-Nya.

Bacaan Surah Al-Masad Beserta Dengan Tafsirnya 1- 5 Ayat

20:15:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Masad Beserta Dengan Tafsirnya 1- 5 Ayat :

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Masad Beserta Dengan Tafsirnya 1- 5 Ayat :

1.Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan dia sungguh-sungguh binasa.Tabbat yadā abī lahabin (binasalah kedua tangan Abu Lahab). Ayat ini diturunkan setelah Allah Ta‘ala Berfirman kepada Nabi-Nya saw., Dan berikanlah peringatan kepada keluargamu yang terdekat (Q.S. 26 asy-Syu‘arā’: 214). Sesudah beliau menyeru mereka (untuk berkumpul), berkatalah beliau kepada mereka, Ucapkanlah oleh kalian, lā ilāha illallāh (Tidak ada tuhan melainkan Allah)! Mendengar seruan itu, berkatalah paman beliau –saudara laki-laki ayah beliau dari pihak ibu yang bernama ‘Abdul ‘Uzza yang berkunyah, Abu Lahab, Celakalah engkau, hai Muhammad! Hanya untuk inikah engkau mengundang kami? Sekaitan dengan inilah Allah Ta‘ala Menurunkan ayat, tabbat yadā abī . lahabin (binasalah kedua tangan Abu Lahab), yakni tersesatlah kedua tangan Abu Lahab dari segala kebaikan.Wa tabb (dan dia sungguh-sungguh binasa), yakni sungguh-sungguh telah tersesat dari tauhid.

2.Tiadalah berguna bagi dia harta bendanya dan segala apa yang telah diusahakannya.Mā aghnā ‘anhu (tiadalah berguna bagi dia) di akhirat.Māluhū (harta bendanya), yakni banyaknya harta benda yang dimiliki ketika di dunia.Wa mā kasab (dan segala apa yang telah diusahakannya), yakni banyaknya anak-anak dia.

3.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang berkobar-kobar.Sa yashlā (kelak dia akan masuk), yakni kelak dia akan masuk di akhirat.Nāraη dzāta lahab (ke dalam api yang berkobar-kobar), yakni api yang menyala dan bergejolak.

4.Dan istrinya, si pembawa kayu bakar.Wamra-atuh (dan istrinya), yaitu Ummu Jamilah binti Harb bin Umayyah akan menyertai dia. Hammālatal hathab (si pembawa kayu bakar), yakni tukang mengadu domba. Ummu Jamilah adalah seseorang yang suka kesana-kemari untuk mengadu domba antara kaum Muslimin dan kaum kafirin. Menurut satu pendapat, Ummu Jamilah suka membawa duri serta menebarkannya di jalan menuju mesjid yang biasa dilalui Nabi Muhammad saw. dan kaum Muslimin.

5.Di lehernya ada tali dari sabut.Fī jīdihā hablun (di lehernya ada tali), yakni di lehernya, di dalam neraka.Mim masad (dari sabut), yakni rantai dari besi. Menurut yang lain, di lehernya ada tali dari sabut yang dulu mencekiknya hingga mati.

Bacaan Surah An-Nashr Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat

19:58:00 Add Comment
Bacaan Surah An-Nashr Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah An-Nashr Beserta Dengan Tafsirnya 1- 3 Ayat :

1.Bila telah datang Pertolongan Allah dan kemenangan,Idzā jā-a nashrullāhi (bila telah datang PertolonganAllah), yakni bila telah datang Pertolongan Allah Ta‘ala dalam menghadapi musuh-musuh beliau, yaitu kaum Quraisy dan lain sebagainya.Wal fat-h (dan kemenangan), yakni Fat-hul Makkah.

2.dan kamu melihat orang-orang masuk Agama Allah secara berduyun-duyun,Wa ra-aitan nāsa (dan kamu melihat orang-orang), yakni penduduk Yaman dan lain sebagainya.Yad-khulūna fī dīnillāhi (masuk Agama Allah), yakni Islam.Afwājā (secara berduyun-duyun), yakni berkelompok-kelompok kabilah secara keseluruhan. Sebab itu, ketahuilah bahwasanya kamu akan wafat.

3.maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat.Fa sabbih bi hamdi rabbika (maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu), yakni maka shalatlah sesuai dengan Perintah Rabb-mu sebagai ungkapan syukur atas semua itu.Wastaghfirh (dan mohon ampunlah kepada-Nya) dari segala dosa.Innahū kāna tawwābā (sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat), yakni Maha Pemberi Maaf lagi Maha Penyayang. Dengan turunnya surah ini, secara tidak langsung beliau telah memberitahukan kewafatannya.

Bacaan Surah Al-Kafirun Beserta Dengan Tafsirnya 1- 6 Ayat

19:43:00 Add Comment
Bacaan Surah Al-Kafirun beserta dengan tafsirnya 1- 6 Ayat

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.

Bacaan Surah Al-Kafirun Beserta Dengan Tafsirnya 1 - 6 Ayat :

1.Katakanlah, Hai orang-orang kafir,Qul yā ayyuhal kāfirūn (katakanlah, Hai orang-orang kafir). Ayat ini berhubungan dengan orang-orang yang mengolok-olok, yaitu al-‘Ash bin Wa-il as-Sahmi dan al-Walid bin al-Mughirah serta kawan-kawan mereka yang berkata, Muhammad, berserah dirilah kepada tuhan-tuhan kami, nanti kami pun akan menyembah Tuhan yang kamu sembah. Maka Allah Ta‘ala Menurunkan ayat, qul yā ayyuhal kāfirūn (katakanlah, Hai orang-orang kafir) yang mengolok-olok Allah Ta‘ala dan al-Quran!

2.aku tidak akan menyembah apa-apa yang kalian sembah,Lā a‘budu mā ta‘budūn (aku tidak akan menyembah apa-apa yang kalian sembah), yakni berhala-berhala, selain Allah Ta‘ala.

3.dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Wa lā aηtum ‘ābidūna (dan kalian bukan penyembah), yakni kalian pun tidak akan menyembah. Mā a‘bud (Tuhan yang aku sembah). Keduanya berkenaan dengan masa yang akan datang.

4.Dan aku bukanlah penyembah apa-apa yang kalian sembah,Wa lā ana ‘ābidūm mā ‘abattum (dan aku bukanlah penyembah apa yang kalian sembah) selain Allah Ta‘ala.

5.dan kalian bukan pula penyembah Tuhan yang aku sembah.Wa lā aηtum ‘ābidūna mā a‘bud (dan kalian bukan pula penyembah Tuhan yang aku sembah). Hal ini berkenaan dengan masa lalu. Menurut satu pendapat, lā a‘budu mā ta‘budūn (aku tidak akan menyembah), yakni aku tidak akan mengesakan; mā ta‘budūn (apa-apa yang kalian sembah), yakni apa-apa yang kalian esakan selain Allah Ta‘ala; wa lā aηtum ‘ābidūna (dan kalian pun bukanlah penyembah), yakni bukanlah orang-orang yang mengesakan; mā a‘bud. (Tuhan yang aku sembah), yakni Tuhan yang aku esakan; wa lā ana ‘ābidūm. (dan aku bukanlah penyembah), yakni bukanlah orang yang mengesakan; mā ‘abattum (apa yang kalian sembah), yakni apa yang kalian esakan selain Allah Ta‘ala; wa lā aηtum ‘ābidūna (dan kalian bukan pula penyembah), yakni bukan pula orang-orang yang mengesakan; mā a‘bud (Tuhan yang aku sembah), yakni Tuhan yang aku esakan.

6.Bagi kalianlah agama kalian, dan bagi akulah agamaku.Lakum dīnukum (bagi kalianlah agama kalian), yakni tanggung jawab kalianlah agama kalian yang kufur dan syirik kepada Allah Ta‘ala.Wa liya dīn (dan bagi akulah agamaku), yakni Islam dan keimanan kepada Allah Ta‘ala. Selanjutnya ayat ini dinasakh oleh ayat qital (ayat tentang perang). Dan sesudah itu beliau pun memerangi mereka.

surah Al-fatihah beserta tafsirnya.

08:26:00 Add Comment

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bismi (dengan Nama). Ba adalah bahā-un (Kecantikan) Allah, bahjatun (Keindahan-Nya), balā-un (Cobaan-Nya), dan barakatun (Berkah-Nya). Ba juga mengawali Nama-Nya, Bārī’ (Yang Maha Menciptakan). Sin adalah sanā-un (Keagungan-Nya) dan sumuwwun (Keluhuran-Nya). Sin juga mengawali Nama-Nya, sa‘īdun, samī‘un (Yang Maha Memberi Harapan Baik, Yang Maha Mendengar). Mim adalah mulkun (Kerajaan-Nya), majdun (Kemulian-Nya), serta mannatun (Anugerah-Nya) yang dilimpahkan kepada hamba-hamba yang telah Dia Tunjukkan pada keimanan. Mim juga mengawali Nama-Nya, majīdun (Yang Maha Mulia).

Allāhi (Allah), berarti seluruh makhluk mempertuhankan-Nya. Seluruh makhluk tunduk kepada-Nya ketika membutuhkan (sesuatu) atau mendapat kesulitan.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih) kepada yang berbuat baik dan yang berbuat durhaka. Dia yang Memberi rezeki dan yang Menghindarkan mereka dari bahaya.

Ar-rahīmi (Yang Maha Penyayang), khusus kepada kaum Mukminin, berupa pemberian ampunan dan memasukkan mereka ke dalam surga. Artinya (Dialah) yang Menutupi dosa-dosa mereka di dunia, Menyayangi mereka di akhirat, serta Memasukkan mereka ke dalam surga.Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Al-hamdu lillāhi (segala puji bagi Allah), yakni segala syukur Kepunyaan Allah swt. dan Dia-lah Pemberi balasan kepada makhluk yang memuji-Nya. Pendapat lain mengatakan, al-hamdu lillāhi berarti segala syukur Kepunyaan Allah swt. atas Nikmat-nikmat-Nya yang sempurna, yang telah Dia Berikan kepada Hamba-hamba-Nya yang Dia Tunjukkan pada keimanan. Dan ada pula yang berpendapat, al-hamdu lillāhi adalah segala syukur, keesaan, dan keilahan adalah Kepunyaan Allah yang tidak beranak, tidak bersekutu, serta tidak memiliki penolong dan pembantu.

Rabbil ‘ālamīn (Rabb semesta alam), yakni Rabb semua yang bernyawa, yang melata di muka bumi, dan Rabb segenap penghuni langit. Pendapat lain mengatakan, rabbil `ālamīn adalah Tuhan segenap jin dan manusia. Dan ada pula yang berpendapat, rabbil `ālamīn adalah Pencipta, Pemberi rezeki, dan yang Mengubah-ubah seluruh makhluk dari suatu keadaan ke keadaan yang lain.Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ar-rahmāni (Yang Maha Pengasih). Semakna dengan kata ar-raqīqu, yang berasal dari kata ar-riqqatu yang berarti ar-rahmatu (kasih sayang).

Ar-rahīm (Yang Maha Penyayang), yakni Yang Maha Mencintai dan Menyayangi.
Yang Menguasai hari pembalasan.

Māliki yaumid dīn (yang Menguasai hari pembalasan), yakni yang Memutuskan (segala sesuatu) pada hari penghisaban dan menjadi penentu di antara semua makhluk. Maksudnya, pada hari amal-amal manusia diputuskan dan tidak ada yang memutuskan selain Dia.Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Iyyāka na‘budu (hanya kepada-Mu kami beribadah), yakni kami hanya mengesakan dan menaati-Mu.

Wa iyyāka nasta‘īn (dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), yakni kami memohon pertolongan kepada-Mu agar dapat beribadah kepada-Mu dan memohon keteguhan agar senantiasa taat kepada-Mu.Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.

Ihdinash shirāthal mustaqīm (tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus), yakni bimbinglah kami pada agama yang lurus yang Engkau Ridai, yaitu Islam. Pendapat lain mengatakan, ihdinash shirāthal mustaqīm, berarti teguhkanlah kami untuk tetap memeluk Islam. Dan ada pula yang berpendapat, shirāthal mustaqīm . adalah Kitabullah. Maksudnya, tunjukkanlah kami pada kehalalan, keharaman, dan penjelasan yang terkandung di dalam Kitabullah.Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau Anugerahi kenikmatan, bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

Shirāthal ladzīna an‘amta ‘alaihim (yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau Anugerahi kenikmatan), yakni agama orang-orang yang telah Engkau Anugerahi agama yang benar. Mereka adalah para pengikut Nabi Musa a.s. sebelum Engkau Mengubah kenikmatan-kenikmatan yang Engkau Berikan kepada mereka, berupa naungan awan dan turunnya manna dan salwā saat mereka berada di padang sahara. Ada pula yang berpendapat bahwa mereka adalah para nabi.

Ghairil magh-dlūbi ‘alaihim (bukan [jalan] orang-orang yang dimurkai), yakni bukan agama orang Yahudi yang Engkau Murkai dan Engkau Telantarkan.

Wa ladl-dlāllīn (dan bukan pula [jalan] orang-orang yang sesat), yakni bukan pula agama orang Nasrani yang telah menyimpang dari Islam.Āmīn, yakni aku mengaminkannya, mudah-mudahan demikian. Ada yang berpendapat, āmīn berarti mudah-mudahan begitu. Ada juga yang berpendapat, Rabbana kabulkanlah apa-apa yang kami mohonkan kepada-Mu.